Survey Daerah Rawan Pangan Di Kabupaten Kepulauan Aru

DKP ARU – Pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa Indonesia mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama seperti diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Dalam upaya UU tersebut disebutkan Pemerintah menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan, sementara masyarakat menyelenggarakan proses produksi dan penyedian, perdagangan, distribusi serta berperan sebagai konsumen yang berhak memperoleh pangan yang cukup dalam jumlah dan mutu, aman, bergizi, beragam, merata dan terjangkau oleh daya beli mereka.

Untuk penanganan kerawanan pangan dibutuhkan intervensi berupa tindakan yang dilakukan oleh pemerintah bersama-sama masyarakat, demi mengatasi masyarakat yang mengalami rawan pangan baik kronis maupun transien dan harus sesuai dengan kebutuhannya secara tepat dan cepat. Rawan pangan yang bersifat kronis memerlukan intervensi jangka menengah dan panjang, sedangkan untuk rawan pangan transien diperlukan intervensi jangka pendek tanggap darurat yang bersifat segera. Tujuan melakukan Penanganan Daerah Rawan Pangan, ini adalah untuk Mengetahui kondisi ketahanan dan kerentanan pangan sampai dengan tingkat desa/ kelurahan di wilayah Kabupaten berdasarkan Aspek Ketahanan Pangan dan Menghasilkan rekomendasi untuk menentukan program kebijakan pencegahan dan penanggulangan kerawanan pangan pada level desa di wilayah Kabupaten berdasarkan dokumen perencanaan.

Kegiatan Identifikasi Data Daerah Rawan Pangan, ini dilaksanakan dari tanggal 02 Juni 2017 sampai dengan 06 Juni 2017 dengan lokasi sasaran pada Kecamatan Aru Selatan, Kecamatn Pulau-Pulau Aru, Kecamatan Aru Tengah. Dalam rangka mengidentifikasi  permasalahan yang berkaitan dengan penanganan daerah rawan pangan sehingga dapat mengetahui langsung permasalahan dilapangan. Dengan hal ini, dalam perkembangan kehidupan sosial di pedesaan saat ini sumber daya pangan didesa belum tersedia secara maksimal sehingga kebutuhan para petani banyak yang menjual hasilnya di desa dan banyak juga yang membawa hasil panennya kerumah untuk dikonsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *